Blue Nowhere begins
14 December 2005, posted in techie,

Setelah beberapa minggu terakhir sibuk mengutak-atik CSS (Cascading Style Sheet), termasuk di antaranya terus mendengarkan komentar Si Jenk-jenk yang kadang mengesalkan itu (Lha kok blogmu dadi ancur ngene)
(basf says: lha rung dadi kok dikomentari!) , akhirnya blog ini jadi juga. Cihuiii!
Tapi, kenapa Blue Nowhere?
Well, aku bukan tipe yang suka melanggar etika jurnalistik (apa hubungannya coba?), maka itu perlulah kukasih semacam pengantar, penjelasan, introduction (istilah canggihnya) kenapa aku memilih nama Blue Nowhere untuk blog ini.
Istilah Blue Nowhere pertama kali aku jumpai lewat sebuah novel yang berjudul sama. Novel itu ditulis oleh Jeffrey Deaver, yang bisa dibilang sebagai salah satu novelis favoritku. Si Jeffery inilah yang juga menulis novel berjudul The Bone Collector yang kemudian difilmkan itu (dibintangi oleh Denzel Washington dan Angelina Jolie).
Blue Nowhere adalah novel thriller yang bertema hacking. Penjahatnya, seorang dengan nickname Phate, adalalah hacker jahat yang sangat terlatih dalam social engineering dan menggunakan kemampuan itu untuk membunuh. Untuk melawan Phate, polisi akhirnya mengeluarkan seorang hacker tangguh dari penjara (ditahan karena pelanggaran federal) bernama Wyatt Gillette untuk membantu.
Nah, Si Gillette inilah yang pertama kali menggunakan istilah “Blue Nowhere”. Secara terminologis, istilah itu berarti dunia mesin, atau dunia cyber. Yakni dunia yang dibentuk oleh koneksi antar-komputer lewat serat kabel optis (atau wireless). Blue Nowhere, dengan demikian, adalah kata lain untuk INTERNET.
Gillette lebih suka menggunakan istilah Blue Nowhere ketimbang Machine World atau Cyber World karena alasan yang bersifat personal, sekaligus filosofis. Istilah “Blue” mengacu pada listrik yang membuat komputer bekerja. Sedang “Nowhere” mengacu pada tempat maya, yakni tempat yang bukan di mana-mana.
Ketika seorang memasuki internet, maka sebenarnya dia tidak berada di mana-mana. Hanya di depan komputer, menjelajahi berbagai situs www, ftp, usenet dan lain-lain. Secara psikologis dia mungkin “bergerak”, berpindah dari satu situs ke situs lain. Menjelajah, berkomunikasi. Tapi secara riil dia hanya duduk di depan komputernya. Karena itu, kupikir betapa tepatnya istilah “Nowhere” ini.
Aku suka istilah itu (cool). Dan aku juga suka implikasi filosofis yang dikandungnya. And that’s the reason why I use it as the name of my blog.
Novel itu juga memiliki latar belakang riset yang bagus. Jeffery, kukira, banyak terinspirasi oleh kisah-kisah hacking Kevin Mitnick. Siapa itu Kevin Mitnick? Dia adalah salah satu hacker paling terkenal di Amerika. Didakwa atas 27 kegiatan hack dan divonis 5 tahun. Beberapa kegiatan hacknya misalnya membobol komputer Sun Microsystems, Fujitsu, Motorola dan Nokia. Dalam persidangannya, jaksa penuntut mengucapkan kalimat yang kemudian jadi terkenal, bahwa Kevin Mitnick is “dangerous when armed with a keyboard”.
Kalau mau baca artikel tentang Kevin yang ditulis oleh dia sendiri, simply click here. (It’s worth reading!)
Sebagai sebuah blog yang sifatnya personal, mungkin agak aneh kalau namanya kuambil dari sebuah novel bertema hacking? Apakah kemudian isi blog ini akan didominasi oleh info seputar hacking?
Of course not! (read those lines below my pics to view my job! and don’t forget IT!)
Blog pada dasarnya adalah diari. Hanya, blog berbeda dari diari biasa. Blog adalah diari yang kita taruh di tempat khusus, di sebuah tempat bernama situs, yang dalam hal ini dihosting oleh Blogsome, yang merupakan bagian kecil dari sebuah tempat maya bernama internet. Blog, dengan kata lain, berada di BLUE NOWHERE.
Jadi, sekali lagi, kupikir betapa tepatnya istilah itu untuk nama blogku ini.
