The reason not to blog (for a while)
16 August 2006, posted in personal,
Sudah sejak Desember ketika aku menulis posting pertama Blue Nowhere begins yang “legendaris” itu.
Dan sampai sekarang posting di blogku masih ‘beberapa’ biji. Begitu sedikitnya postingan di blogku, hingga seseorang yang mengamati dari dekat perkembangan blog ini sempat berkomentar, “Desaine wae sing mbok ubah, dadi miring, dadi ngene, tapi postingane mung tetep loro [dua].” Begitulah komentarnya -kurang lebih.
Aku tidak memungkiri kalau for a while, I did stop blogging. And of course there must be a reason why is that so.
Dulu, when I first started this blog, I was merely impressed by the concept of “expressing things” in the blue nowhere. Tapi rupanya, lama kelamaan, sepertinya kebutuhan untuk “expressing things” itu rada berkurang. I started to prefer to keep everything inside my own head.
People change, they say. And me, Mr. Basf, the sole architect behind this blog, changed too seiring berjalannya waktu. Makin kalem, makin ogah mengolah [mempublikasikan] “instant feeling into a structured writing”, dan makin lebih suka mengutak-utik CSS demi mempertajam sense of design-nya yang -dalam pandangannya sendiri- makin lama makin sophisticated. Hehehe.. (Hayah, fiksi!)
Enough the trivial talk. I stop blogging because, for a while, I simply lost the passion. Or to be more accurate, I lost the passion to express my feelings and thoughts through writing. Instead of writing them down, I simply store them in a filing cabinet inside my head.
Tapi ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Alasannya simple. Kepalaku bisa penuh, alias ga bisa lagi menampung semuanya.
Lagipula, kalau dipikir-pikir, ada enaknya juga menulis dengan blogging-mental-state seperti ini. Bisa menulis bebas, dengan gayaku sendiri, yang campur antara bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia baku, dengan tetap mempertahankan standar bahwa ada hal-hal yang worth writing dan yang tidak.
So, enam bulan lebih “istirahat” sepertinya sudah cukup. The cycle is now coming. It’s another turn to the blue nowhere.
