Birdman released

28 November 2007, posted in books, art, literature, 0 Comments »

Judul: Birdman
Pengarang: Mo Hayder
Penerbit: Dastan Books, September 2007
Penerjemah: me
Editor: Marvel Neydi
——————————

Birdman akhirnya terbit juga. Penerbit Dastan Books juga mengirimkan satu eksemplar ke kantorku. I must admit they’re professionals. They did keep their promise.

Novel karya Mo Hayder itu adalah debut pertamaku sebagai penerjemah buku. It was a nice job and quite well-paid. Tapi aku tidak terlalu bangga karena I didnt make it on time. Ada sejumlah kendala (teknis) yang membuat aku terlambat menyerahkan naskah. Luckily they didnt mind it.

Mengenai kualitas terjemahannya, well, surely I can’t claim I’m the best. Masih banyak penerjemah hebat di luar sana. Mungkin masih ada beberapa kata yang miss. But I’m not that bad either. Insyaallah diriku cukup percaya diri untuk mengatakan terjemahan itu masuk kategori “good enough” (kalau bukan good, hehehe.. haiyah!)

Novel itu sendiri berkisah tentang seorang pembunuh psikopat yang dijuluki Birdman oleh polisi. Jagoannya adalah detektif Jack Caffrey dari kepolisian Metropolitan, London.

Lazimnya novel thriller, maka ya ada pembunuhan, investigasi tekun dari sang jagoan, latar belakang si psikopat, sampai kisah cinta. In short, you’ll find common things of what a thriller novel should provide.

Yang membedakan barangkali adalah “perhatian” terhadap anatomi manusia yang cukup detil di novel ini (yang aku sempat mengalami kesulitan menerjemahkannya). But overall, istilah-istilah yang dipakai is quite understandable untuk pembaca terpelajar.

Is it a good novel? Well, you’d better read and decide it yourself. Yang jelas, novel ini –pertama kali terbit tahun 1999– got wide acclaim. Pengarangnya, Mo Hayder, langsung melejit di barisan pengarang thriller. Banyak media Inggris yang mewawancarai dan membuat profilnya.

Tapi kalau Anda tipe yang tidak suka membaca pembunuhan, apalagi yang ditampilkan secara deskriptif, perhaps this is not a novel for u. Lain kalau Anda adalah penggemar kisah-kisah psikopatik ala Hannibal Lecter, then this novel will be just fine.*

Pengajian Ridho Allah

09 November 2007, posted in news, 4 Comments

Selasa kemarin (6/11) saya bertandang ke sekretariat Yayasan Ridho Allah di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

It was an assignment. Gatra lagi meliput soal maraknya aliran sesat gara-gara fenomena Al Qiyadah. And somebody tipped off my editor kalau pengajian Ridho Allah layak dicek.

“Pengajian Ridho Allah melakukan pengobatan dengan memanggil ruh” -begitu asumsi yang tertulis di penugasan.

So I went there, had a deep interview with its leader (a very cooperative man), dan menemukan fakta bahwa meski insyaallah tidak sesat, pengajian Ridho Allah memang, well, differente

Ketua pengajian ini, Antono Basuki (52 th) has a deep contact with the afterlife world. In other words, alam gaib.

Antono banyak berhubungan dengan alam jin dan ruh. Ia misalnya bilang kalau pesulap terkenal David Copperfield menggunakan jin dalam atraksi sulapnya.

How does he know? Simple and first-hand: he talked with the jinn involved.

Unsur alam gaib inilah yang membuat pengajian Ridho Allah jadi berbeda. Tapi di luar itu insyaallah tidak ada hal yang kontroversial. Dari segi aqidah mereka tetap mainstream. Tetap sholat lima waktu, dan tidak menganggap aliran sendiri paling benar.

Gatra menurunkan laporan saya tentang pengajian ini di edisi 14 November 2007. Tapi sayang, hikss… cuma 2000-an karakter! Dibuat gaya straight news lagi!!

Padahal aku nulis laporannya sampai 6000 karakter lebih. Wawancaranya pun dari jam 4 sampai jam 7 malam!!! Huaaaaaa… hikss..hikss…hikss :cry:

Ehmm.. ga nangis, ding. Bercanda. Masalahnya ada pada keterbatasan space, said my editor. He also apologized me for cutting the article so short. He is a professional.

Meski demikian, saya merasa sayang kalau liputan pengajian Ridho Allah yang menurut saya cukup mendalam itu tidak dibaca.

So, I decided to post it here, in my blog, the original version of the my Ridho Allah reportage.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberi gambaran lebih tentang karakteristik pengajian Ridho Allah.

Here it is:

“Saya hanya mengajarkan ikhlas,” begitu kata Antono Basuki, 52 tahun, ketika ditemui di sekretariat Yayasan Ridho Allah, Jl. Guru Serih Raya No. 7 Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Antono sehari-hari bekerja sebagai kontraktor di PT. Nindya Karya (Persero). Ia alumnus jurusan teknik sipil Universitas Gadjah Mada (UGM). Tapi selain menjadi kontraktor, ia menjadi ketua dari 200-an orang yang bernaung di bawah Yayasan Ridho Allah.

(more…)