Pengajian Ridho Allah
09 November 2007, posted in news,
Selasa kemarin (6/11) saya bertandang ke sekretariat Yayasan Ridho Allah di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
It was an assignment. Gatra lagi meliput soal maraknya aliran sesat gara-gara fenomena Al Qiyadah. And somebody tipped off my editor kalau pengajian Ridho Allah layak dicek.
“Pengajian Ridho Allah melakukan pengobatan dengan memanggil ruh” -begitu asumsi yang tertulis di penugasan.
So I went there, had a deep interview with its leader (a very cooperative man), dan menemukan fakta bahwa meski insyaallah tidak sesat, pengajian Ridho Allah memang, well, differente…
Ketua pengajian ini, Antono Basuki (52 th) has a deep contact with the afterlife world. In other words, alam gaib.
Antono banyak berhubungan dengan alam jin dan ruh. Ia misalnya bilang kalau pesulap terkenal David Copperfield menggunakan jin dalam atraksi sulapnya.
How does he know? Simple and first-hand: he talked with the jinn involved.
Unsur alam gaib inilah yang membuat pengajian Ridho Allah jadi berbeda. Tapi di luar itu insyaallah tidak ada hal yang kontroversial. Dari segi aqidah mereka tetap mainstream. Tetap sholat lima waktu, dan tidak menganggap aliran sendiri paling benar.
Gatra menurunkan laporan saya tentang pengajian ini di edisi 14 November 2007. Tapi sayang, hikss… cuma 2000-an karakter! Dibuat gaya straight news lagi!!
Padahal aku nulis laporannya sampai 6000 karakter lebih. Wawancaranya pun dari jam 4 sampai jam 7 malam!!! Huaaaaaa… hikss..hikss…hikss
Ehmm.. ga nangis, ding. Bercanda. Masalahnya ada pada keterbatasan space, said my editor. He also apologized me for cutting the article so short. He is a professional.
Meski demikian, saya merasa sayang kalau liputan pengajian Ridho Allah yang menurut saya cukup mendalam itu tidak dibaca.
So, I decided to post it here, in my blog, the original version of the my Ridho Allah reportage.
Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberi gambaran lebih tentang karakteristik pengajian Ridho Allah.
Here it is:
“Saya hanya mengajarkan ikhlas,” begitu kata Antono Basuki, 52 tahun, ketika ditemui di sekretariat Yayasan Ridho Allah, Jl. Guru Serih Raya No. 7 Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Antono sehari-hari bekerja sebagai kontraktor di PT. Nindya Karya (Persero). Ia alumnus jurusan teknik sipil Universitas Gadjah Mada (UGM). Tapi selain menjadi kontraktor, ia menjadi ketua dari 200-an orang yang bernaung di bawah Yayasan Ridho Allah.
Antono mendirikan yayasan ini pada 9 November 2005. Tujuannya, karena dia ingin agar ilmunya bisa bermanfaat. “Sebab meski orang sudah meninggal, ilmu yang bermanfaat itu tetap ada pahalanya. Saya kan ingin masuk surga,” katanya.
Kegiatan pengajian rutin dua kali seminggu yang diadakan Antono ini memang pernah menimbulkan kecurigaan warga, kalau-kalau ia mengajarkan ajaran sesat. Antono sendiri juga mengakui hal itu. “Sempat ada pro-kontra. Dan itu bagus, sebab kita harus waspada. Saya juga mengajarkan agar waspada. Cuma jangan berhenti sampai waspada saja, harus dilanjutkan mengecek apakah benar atau salah,” jelasnya.
Sebenarnya secara ritual tidak ada perbedaan antara anggota jamaah Ridlo Allah dengan umat Islam mainstream. Mereka masih sholat lima waktu. Juga tidak memisahkan diri secara eksklusif dari masyarakat. Waktu Gatra berkunjung, menjelang maghrib tiba-tiba ada warga yang muncul, minta tolong karena ada kasus kesurupan. Antono pun bergegas ke rumah orang tersebut dan sholat magrib di musholla dekat rumah pasiennya.
Selain itu dalam acara pengajian rutin, yang diajarkan Antono adalah bagaimana agar sholat bisa khusuk. Lebih bisa berkonsentrasi, menyadari kalau selalu berada dalam pengawasan Allah. Sedang bacaan sholat terserah kebiasaan orang masing-masing. “Yah sebenarnya kami lebih mirip kelompok tasawuf-lah. Tapi saya tidak terang-terangan menyebut tasawuf, khawatir nanti disangka sudah tidak butuh dunia. Saya kan juga masih berdoa minta rezeki,” katanya.
Antono juga tidak mengajarkan wirid-wirid khusus kepada jamaahnya. “Saya memang tidak mengajarkan wirid. Saya bahkan melarang kalau ada yang baca wirid-wirid tertentu karena pingin kaya dan sebagainya,” katanya.
Hanya, kontroversi muncul karena Antono bersentuhan dengan dunia ghaib, yakni alam jin dan ruh. Cukup banyak orang yang datang ke Antono untuk berobat. Ada yang sembuh, ada yang tidak. Yang unik, Antono berkata kalau dia bisa berkomunikasi dengan penyakit tersebut.
Antono menjelaskan bahwa penyakit pada dasarnya juga makhluk Allah. Sama seperti batu juga makhluk Allah. Ketika ia berdialog dengan penyakit, biasanya si penyakit berkata bahwa ia datang karena orang bersangkutan ibadahnya kurang. “Saya lalu pesankan agar orang itu ibadahnya dipergiat,” jelasnya.
Yang mudah, kata Antono, adalah kalau penyakit itu disebabkan oleh jin yang bersarang di tubuh manusia. Kalau kasusnya begitu, biasanya ia tinggal minta agar jin yang mengganggu itu pergi.
Tapi Antono juga mengakui kalau tidak semua penyakit bisa disembuhkan. Sebabnya, bisa jadi penyakit itu adalah takdir orang bersangkutan untuk menjumpai maut. “Jadi tidak semua sembuh. Ada yang memang takdirnya meninggal dengan penyakit. Kalau kasusnya begitu, hati saya biasanya mak tek, ya sudah, tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” jelasnya.
Persentuhan dengan alam jin juga sampai ke kisah legenda Nyi Roro Kidul. Menurut Antono, Nyi Roro Kidul sebenarnya adalah jin kafir. Tapi oleh Antono, jin kafir itu kemudian diislamkan dan dikirimkan ke ruh Sunan Kalijaga untuk diawasi. Detil kisah Nyi Roro Kidul itu terekam dalam DVD berjudul Alam Ghaib Gempar, Menuju Indonesia Bebas Jin Kafir keluaran yayasan Ridho Allah.
Selain soal Nyi Roro Kidul, juga ada soal pesulap terkenal David Copperfield. Menurut Antono, David Copperfield ternyata memakai jin dalam aksi-aksi sulapnya. Itu dia ketahui setelah berkomunikasi dengan jin yang terlibat dalam atraksinya. “Sebab tidak mungkin, tubuh dipotong kok tidak ada darahnya,” katanya.
Meski demikian, Antono mengatakan bahwa dia tidak memiliki anak buah jin. Bahkan pernah ada jin yang pernah ingin ikut dengannya, disuruh pergi. “Jin itu sering tidak bisa dipercaya. Kalau ada orang yang mengaku bisa memerintah jin, sering justru dia yang diperbudak oleh jin,” tegasnya.
Selain soal jin, yang juga mengundang kontroversi adalah pengakuan Antono bahwa dia bisa berkomunikasi dengan ruh. Antono mendemonstrasikan kemampuan ini secara visual lewat DVD berjudul Siksa Kubur: Kesaksian dari Arwah. DVD itu diedarkan kepada jamaah, Gatra juga diberi. Bahkan Antono bersikap proaktif dengan mengirimkan DVD tersebut ke beberapa nama berikut: Presiden dan Wakil Presiden RI, mantan presiden Soeharto, Gus Dur (Abdurrahman Wahid), Hamengkubuwono X, Kelompok Kyai Langitan, serta sebuah stasiun televisi swasta.
DVD berjudul Siksa Kubur 1 misalnya, berisi kesaksian ruh seorang yang semasa hidupnya menjadi koruptor, ruh seorang mafia peradilan, serta ruh seorang wakil rakyat yang tidak amanah. Lalu di Siksa Kubur 3, ada ruh anggota polisi yang suka menerima uang haram, ruh orang yang melakukan bunuh diri, serta ruh seorang dai yang menjual ayat. Berbagai ruh tersebut bercerita –lewat mediator jasad fisik seorang anggota jamaah— tentang penderitaan yang mereka alami di alam kubur.
Tapi Antono menolak kalau dikatakan dia bisa memanggil ruh. Yang ia lakukan adalah memohon kepada Allah. “Jadi saya minta kepada Allah agar ruh orang yang korupsi didatangkan,” jelasnya.
Menurut Antono, tujuan memohon kepada Allah itu adalah agar mereka yang masih hidup bisa memetik pelajaran dari para ruh. “Dan saya tidak tiap minggu memohon agar ruh didatangkan. Kalau itu dagelan. Hanya untuk direkam di DVD agar kita bisa mengambil pelajaran,” jelasnya.
Persentuhan dengan alam ruh ini ternyata juga sampai ke level para wali dan nabi. Ketika Gatra bertanya apakah guru Antono juga termasuk para ruh, dia mengatakan bahwa ruh walisongo adalah gurunya. Lalu ruh Rabiah al-Adawiyah, wanita sufi dari kota Basrah. Lalu ruh Nabi Khidir as.
Gatra sempat bertanya agak detil soal ruh Nabi Khidir as ini. Antono lalu menjelaskan bahwa sebenarnya dia tidak meminta untuk bertemu dengan ruh Nabi Khidir. Namun ruh Nabi Khidir as yang mendatanginya. “Nabi Khidir bilang kalau beliau datang ke saya itu karena diperintah. Lalu beliau mengajarkan soal ikhlas,” katanya.
Kata Antono, pertemuan dengan ruh Nabi Khidir as terjadi sampai lebih dari sepuluh kali. Selain itu yang juga pernah datang adalah ruh Bung Karno, presiden pertama RI. “Bung Karno biasanya ngomong soal kenegaraan,” jelasnya.
Antono juga menyadari bahwa pernyataan-pernyataannya bisa mengundang kontroversi. Karena itu yayasan yang dia pimpin terbuka untuk berdialog, atau bahkan dievaluasi oleh pihak lain. “Saya juga mengirim surat ke Lemhanas dan BIN (Badan Intelijen Nasional). Saya terbuka saja. Saya justru ingin dikoreksi kalau salah,” katanya.
Selain mengirimkan rekaman DVD ke berbagai pihak, keterbukaan itu juga ditunjukkan dengan membuat website khusus beralamat di http://www.ridhoallah.com. Di forum tanya jawab website tersebut, soal jin, berbicara dengan benda, bertemu dengan ruh Nabi Khidir dan bertemu dengan ruh walisongo mendapat banyak reaksi. Ada yang menuduh telah bidah, musyrik, atau sekadar iseng-iseng menghina. Tapi ada juga yang mengomentari dengan prasangka baik.
Dalam tulisan-tulisannya, Antono tetap tenang saja menjawab berbagai respon itu. “Alam ghaib itu memang soal keyakinan. Tapi saya juga tidak mengklaim paling benar. Justru kalau sudah merasa paling benar, dia sudah salah,” katanya.
Bahkan mengenai maraknya aliran sesat akhir-akhir ini, Antono mengatakan kalau ia menduga bahwa itu ulah para jin dan setan yang sudah menyesatkan. Untuk mengantisipasi hal itu, kata Antono, kita harus iklhas. “Sebab orang iklhas itu tidak bisa digoda setan,” katanya.
–selesai—
PS: Copyright tulisan ini ada di majalah Gatra.

salam, he..he ternyata bapak antono percaya dengan arwah nyai roro kidul dan interaksi juga kalau gitu sama dong sama pelawak gogon maaf pak antono kalau bisa jangan di bawa2 nama para wali songo, saya awam tentang alam gaib tapi saya yakin para wali lebih mulia di sisi Allah dan tidak mungkin sama dengan arwah legenda nyai roro kidul
Comment by ednoyusri — 17 December 2007 @ 15:14
Ass.wr.wb
Menurut telaah saya kita tidak apa yang di lakukan oleh Bapak Antono Basuki PH dan Jamaah Pengajian Ridho Allah, cuma menjalankan apa yang di perintahkan oleh Allah, semua ada dasarnya di Al-quran dan Alhadis. yang dilakukan oleh mereka cuma Memohon bukan menghadirkan, sekali lagi tak seorang pun bisa menghadirkan roh dan mengetahui alam Ghaib kecuali Allah.
Saya Setuju dengan mas edno para waliyulloh sangat tinggi derajatnya dan masuk dalam golongan syuhada, beda dengan Alam Jin,syaiton dan Iblis.
Dan benar hanya orang yang Ikhlas (Mukhlisin) di kecualikan oleh Iblis tidak bisa diganggu, bukan ustad, kyaia, ulama…jadi kita orang biasapun jika Taat dan berimana Kepada Allah disertai dengan keikhlasan yang sebenarnya, Iblis dan para balatentaranya tidak akan mampu menggoda kita.
Nah pertanyaannya adalah bagaimana agar permohonan kita bisa dikabulkan, bagiamana caranya, yang mudah, sederhana dan benar (sesuai alquran dan hadis). Karena ada juga do’a yang tidak bisa terkabul, bisa jadi bukan Salah Allah tapi bisa jadi salah manusianya..
Satu hal saja coba lihat para koruptor itu tiap hari mungkin sholatnya rajin dan mungkin juga hafal quran dan hadis tetapi tetap saja korupsi, bahkan uang jamaah haji pun di korup..nah berarti kalau sholat sekedar ritual maka penjahatpun bisa sholat….
dan ingat Allah sendiri berkata dalam Al-quran bahwa seluruh apapun yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepadanya…berarti mereka bisa bicara, dan itu sejalan dengan ilmu pengetahuan, coba lihat dalam suatu benda ada molekul setiap molekul ada atom setiap atom ada proton da netron dan kesemuanya bergerak secara dinamik didalam ruang lingkup benda itu, bergerak berarti hidup….dan Insya Allah bisa diajak komunikasi dengan Ijin Allah…..
jika kurang puas mari kita diskusi lebih lanjut…
terima kasih.
ass.wr.wb
Comment by eco — 09 May 2008 @ 17:00
semua tentang hal gaib itu adalah urusan allah……. manusia hanya diberi secuil pengetahuan tentang itu, jadi ingatlah jangan kita terlalu berlebihan dalam urusan itu karena itu akan menjerumuskan kita sendiri dalam kemurkaan allah.
Comment by salam — 14 August 2008 @ 10:36
Insya allah saya percaya pada Allah yang telah memberikan sedikit ilmuNYA kepada hambanya bernama Antono Basuki, semoga Allah merahmati Antono Basuki dan orang2 yang berniat ikhlas dan tulus beribadah kepada Allah
Comment by Wong katro — 20 October 2008 @ 14:14
menurut saya yg penting kita bepedoman kepada Alqur’an dan Hadis dan berdasarkan tutunan Rasullah SAW.
Comment by Hen — 01 December 2009 @ 13:02
Dari pernyataan di atas kurang lengkap dan kurang pesifik dalam menelaah masalah yang sedang di bahas…..
Comment by doyceart — 05 December 2009 @ 16:41