Doa minus pajak

04 April 2008, posted in personal, 5 Comments

Ada kejadian lucu yang melibatkan sebuah doa. Ceritanya dimulai waktu ada peresmian kantor pajak baru di daerah Jakarta Selatan. Aku ikut peresmian itu karena kebetulan narasumber yang lagi kukejar ada di sana.

Setelah mendengarkan sambutan, pemukulan gong dll (termasuk makan dulu hehe), akhirnya acara ditutup oleh doa. Seorang pria setengah baya lalu berdiri di depan hadirin. Memimpin doa dalam bahasa Indonesia.

Waktu dia mengajak hadirin untuk membaca surat Al Fatihah, aku pun ikut. Masa sih diminta baca Al Fatihah saja ga mau. Kan pahalanya juga buatku sendiri, pikirku.

Selesai Al Fatihah, barulah dia memanjatkan doa kepada Allah. Sedang hadirin mendengarkan dengan kepala tertunduk, kedua tangan membuka –ikut mengamini.

Aku juga ikut mengamini dengan kepala menunduk, meski sebagian besar wartawan yang meliput bersikap netral saja. Sebagian malah ada yang terus mondar-mandir, motret, dll.

“Ya Allah, tunjukkanlah yang benar itu benar,” kata pembaca doa (amin, jawabku pelan)
“Tunjukkanlah yang batil itu batil” (amin juga)
“Berilah kami rahmat (amin lagi)
“Kasihanilah kami (juga amin)

Selama hampir 5 menit aku terus menunduk dan mengamini, sebisa mungkin berusaha khusuk, karena insyaallah doa yang baik memang sebaiknya diamini.

Lalu di penghujung doa, laki-laki itu mengucapkan doa terakhirnya.

“Ya Allah, mudah-mudahan penerimaan pajak tahun ini sesuai target…”

Harakadah!!
(more…)