Saya sedang berpikir untuk menyewa server sendiri. Have my own domain, www.basfin.com, maybe? hehehe..
Kenapa masih perlu mikir, well, coz it’s all about money. Masih banyak kebutuhan lain yang –bisa jadi– jauh lebih urgen dari sekadar sewa server.
Misalnya saja beli kulkas (yg agak gede), mesin cuci (probably), pasang ac (masih probably lah) atau laptop ASUS core 2 dua dg memory min 1 giga (hehe), atau mungkin apartemen di rasuna? (haiyah.. nek ini ndobol tenan..)
Hanya masalahnya blogging is semacam hobi. Aktivitas klangenan. Pararel dengan orang Jawa yang hobi melihara perkutut, ikan, atau merpati.
And hobby needs money. Dan ketika sudah sampai urusan ‘money”, secara otomatis otak kiri biasanya bergegas. Command center on, mengkalkulasi. Can i afford it? Do i really need it? Is it really useful?
Hmmm.. perhaps I can afford to pay for my own server. But why should I?
Setiap orang terkadang butuh alasan sendiri untuk bergerak. Kalau dalam film Patriot yang dibintangi Mel Gibson, ia baru berperang melawan pasukan Inggris setelah anaknya terbunuh. Before that, he chose to stay uninvolved.
Mungkin urusan sewa server ini akan jadi makin serius ketika tiba-tiba server blogsome hang, atau dihack, hingga semua tulisan saya di sini hilang. Bisa jadi saat itu baru saya mulai bergerak.
Hmm.. kok ribet ya? Well, seandainya saya bergaji seperti narasumber2 yang saya wawancarai, yang sekali makan siang bisa habis Rp 500 ribu, tentu urusannya tidak akan ribet, hehe
Tapi harap maklum. Sebagai warga kelas-menengah-terkadang-nyaris-ke-bawah, money does matter. Dan beginilah cara saya untuk tetap survive di tengah naiknya harga minyak dunia yang mengimbas harga barang kebutuhan pokok dan memaksa pemerintah RI mencabut subsidi minyak agar bisa menyesuaikan dengan harga internasional yang terus naik itu yang sebenarnya merupakan ulah para spekulan2 brengsek di Nymex dan ICE Futures London dan mengabaikan fakta bahwa rakyat Indonesia –saya di antaranya– masih belum memiliki pendapatan internasional.
Mungkin saya sebaiknya bekerja di oil company saja? Exxon atau ConocoPhillips? Hmm.. that’s quite a thought. Saya misalnya bisa menjadi media officer dan meyakinkan publik kalau oil company is not greed, bahwa pajak yang mereka bayar dan program CSR mereka adalah bukti tulus betapa oil company sangat menghargai kesediaan pemerintah RI untuk dikuras kekayaan alamnya lewat mekanisme kontrak karya yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.
Bagaimana ya? Sepertinya menarik. …but the answer is no. I love my job now.
So? yah, sepertinya ide menyewa server sendiri harus masuk waiting list dulu di salah satu sel-sel kelabu di kepala. But who knows. Sometimes saya juga bosan being organized, compact, and structurized seperti tradisi filsafat Jerman.
I do sometimes can be impulsive, sporadic, and just fly in the air. Posting yang sedang Anda baca ini adalah buktinya.