Buku seorang muslimah lesbian

02 May 2008, posted in sophie, books, art, literature, 6 Comments

Image Hosted by ImageShack.us

Selasa, 22 April lalu.
Sekitar pukul 1 dini hari, pas udah mau tidur, tiba-tiba hpku bunyi. Ada sms masuk. Aku sempat kaget juga. Who the hell sms tengah malam begini?

Ternyata dari Luqman, teman sekaligus bekas kolega di Gatra. Dia tadinya repoter Gatra. Tapi tahun 2005 ia memutuskan resign dan beralih ke bisnis penerbitan.

Isi smsnya sederhana. Nun Publisher (penerbit yang ia dirikan) akan me-launch buku Irshad Manji berjudul “Beriman Tanpa Rasa Takut”. Buku itu adalah terjemahan dari versi Inggris The Trouble with Islam Today: A Muslim Call to Reform Her Faith.

Pengarangnya sendiri, Si Irshad Manji, juga akan datang pas launching, yang akan dilangsungkan di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Dont’ miss it. Pembicara: Irshad Manji, Gus Dur, Muethia Hatta, Musdah Mulia & dimeriahkan oleh artis2 (Lola Amaria dkk).

Hehehe.. Luqman… Luqman…. dasar sms promosi. Segala nama dibawa-bawa.

Aku sebenarnya sudah berniat datang. Sayang, acara launching itu bertepatan dengan media gathering yang diadakan sebuah perusahaan farmasi -dan sebelumnya aku sudah janji akan datang.

Well, apa boleh buat. I missed the book launch. Perhaps next time.

Hari ini di Gramedia, aku lihat buku Irshad Manji itu sudah ada. Harganya Rp 55.000. (mahal, ya?)

Aku sendiri tidak berniat membeli buku itu. Perhaps I’ll never will. Bukan karena harganya mahal, tapi karena pengarangnya, Irshad Manji, adalah seorang lesbian.

(Lho, apa masalahnya? bisa jadi Anda bertanya begitu).

My answer is, kalo yang hombreng atau lesbi itu adalah non-muslim, atau muslim tapi dia diam-diam saja, that’s their own business with Allah.

Tapi ketika seorang wanita muslim mendakwahkan pemikirannya tentang Islam, but at the same time she is a lesbian, that’s a problem.

Bisa jadi ada yang berbeda pendapat. But my stance on homosexsuality and lesbianism, insyaallah sampai sekarang, is still clear. HARAM.

Period.

Terkadang saya tidak habis pikir mengapa sesuatu yang sudah jelas bisa jadi kabur begini.

Bayangkan saja ada pertanyaan multiple choice seperti ini:

Apakah hukum homosexsual dan lesbianisme dalam Islam?
a) Haram
b) Mubah
c) Haram, tapi kalau kondisi darurat dibolehkan
d) Mayoritas ulama berpendapat haram, tapi sebagian berpendapat boleh
e) Islam tidak mengatur soal itu

Kira-kira Anda akan menjawab apa? (more…)

Enjoying flirt is dangerous

09 January 2007, posted in sophie, 0 Comments »

Bagaimana reaksi wanita kalau dirayu?

Tadi siang waktu liputan di sebuah kantor aku melihat pemandangan menyebalkan. Ceritanya dimulai waktu aku nongkrong di ruang humas, lalu diajak oleh salah satu sfat humas di sana untuk mengambil materi konferensi pers.

Si staf humas itu masih muda. Kurang lebih sebaya denganku. Kelihatan kalau masih lajang. Kulit putih, rambut cepak, lumayan oke untuk pemandangan para wanita kesepian.

Lalu di tangga, secara tak sengaja kami bertemu seorang wanita. Dia sudah tidak muda lagi. Sekitar 30-an tahun. Pinggulnya lebar tanda sudah pernah melahirkan. Cuma kulitnya memang putih, wajahnya lumayan menarik. Khas wanita metropolitan yang terawat.

Then, si pemuda humas itu tempted her.

Geblek!

(more…)

Some things are not to share

07 October 2006, posted in sophie, 0 Comments »

Aku lagi makan di warung (sebelum puasa) ketika wanita itu datang. She’s got a child with her. Ibu penjual warung yang tampak sudah mengenalnya, menyambut. Mereka berdua lalu ngobrol, mengacuhkan diriku yang lagi makan dan dan hanya berjarak dua meter darinya (hingga aku bisa mendengar).

Dari ngobrol basa-basi soal pekerjaan, perbincangan mereka akhirnya melebar. Sesekali si wanita-dengan-anak itu bicara dengan suara keras.

“Saya bilang sama dia, kalau memang lu serius, ngapain masih dengerin omongan keluarga?”

“Iya, yang namanya rumah tangga itu, kalau masih dicampurin keluarga, ngga akan pernah bener,” timpal ibu penjual warung.

Hek!

Command center di otakku seketika mengirim implus alarm begitu kata “rumah tangga” dan “keluarga” terdengar. These two women are now talking about marriage.

(more…)